Transparansi Bersama
Kami menghargai integritas, transparansi, dan kolaborasi yang saling menghormati dengan para mitra, komunitas, dan anggota tim.
CCBlocks berawal dari sebuah perkebunan kelapa keluarga di Adonara, Indonesia, dan sebuah pertanyaan sederhana: bagaimana produk sampingan kelapa yang tidak terpakai dapat menjadi sesuatu yang praktis, bernilai, dan berkelanjutan?
Sebuah perkebunan kelapa milik keluarga, produk sampingan yang tidak terpakai, dan pencarian bahan lokal yang praktis menjadi awal mula berdirinya CCBlocks.
Kebun kelapa di Adonara, Indonesia, tempat sumber daya lokal dan produk sampingan yang tidak terpakai menjadi awal mula berdirinya CCBlocks.
Kresensia Kurniawati tumbuh besar di dekat perkebunan kelapa milik keluarganya di Adonara, Indonesia. Meskipun keluarganya telah mempraktikkan pertanian tradisional selama beberapa generasi, ia menyaksikan produk sampingan kelapa yang berharga seperti sekam, tempurung, dan limbah lainnya tidak terpakai.
Setelah mendapatkan beasiswa untuk belajar di Amerika Serikat melalui program CCI, ia bertemu dengan Alexander Cain, yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap keberlanjutan, desain, dan inovasi. Bersama-sama, mereka mulai mengeksplorasi bagaimana limbah kelapa dapat menjadi produk yang layak.
Di Dayton, Ohio, mereka berkolaborasi dengan para inovator lain di Entrepreneur Center, menguji ide, menyempurnakan prototipe, dan mulai mengumpulkan umpan balik dari masyarakat. Proyek ini berkembang menjadi Batu Bata Konstruksi Kelapa, sebuah konsep material praktis yang dibentuk oleh keberlanjutan dan konteks lokal.
Misi kami adalah untuk mendukung komunitas lokal dengan mengubah limbah kelapa dan sumber daya lokal lainnya yang melimpah menjadi bahan bangunan yang terjangkau dan berkelanjutan. Kami bertujuan untuk bekerja sama dengan suara-suara lokal, mengumpulkan umpan balik, dan mengadaptasi solusi untuk setiap komunitas, lingkungan, dan wilayah.
Kami menghargai integritas, transparansi, dan kolaborasi yang saling menghormati dengan para mitra, komunitas, dan anggota tim.
Kami mendengarkan masyarakat lokal sebagai ahli dalam hal tanah, tujuan, sumber daya, dan konteks budaya mereka.
Kami memadukan pengetahuan tradisional dengan eksperimen yang bertanggung jawab untuk mengubah limbah lokal menjadi bahan yang berguna.
Temui para pendiri yang mendorong pengembangan Coconut Bricks melalui keberlanjutan, desain, teknik, dan kolaborasi yang berfokus pada masyarakat.
Dibesarkan dalam keluarga petani kelapa di Adonara, Indonesia, ia terinspirasi untuk mengubah limbah kelapa menjadi produk yang bermanfaat seperti batu bata kelapa. Dengan latar belakang pendidikan dan komunikasi, ia bekerja untuk mempromosikan produk ramah lingkungan, mendukung petani lokal, dan mengurangi limbah.
Tertarik pada arsitektur, konstruksi, budaya, dan perumahan berkelanjutan, ia memiliki latar belakang di bidang seni, desain, teknik, dan kerja sukarela di bidang lingkungan. Dia menerapkan keterampilan pemecahan masalah dan teknis untuk membantu mewujudkan visi batu bata kelapa.
Kouki Fujisawa
Manajer Proyek
Collin May
Asisten Teknik Junior
Tomoya Suzuki
Ulterius LLC
Membangun situs web ini dan memberikan dukungan pengembangan perangkat lunak.
Joe Busby
Global Sustainable Product, INC.
Dikontribusikan selama Dayton Start Up Hub pada tanggal 28 - 30 Maret 2025.
Ellen Galloway
Global Sustainable Product, INC.
Dikontribusikan selama Dayton Start Up Hub pada tanggal 28 - 30 Maret 2025.